
Bengkulu — Dalam rangka memperkuat nilai spiritual di tengah rutinitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang padat, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menyelenggarakan kegiatan siraman rohani pada Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Musholla Kantor Imigrasi Bengkulu. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini diikuti oleh Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Raden Imam Jati Prabowo, jajaran pejabat struktural, serta seluruh pegawai dari lingkungan kantor.
Kepala Kantor, Raden Imam Jati Prabowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik dan integritas aparatur.
“Semoga tausiyah ini dapat menjadikan kita sebagai insan yang lebih baik. Kami sampaikan juga selamat datang kepada ustaz Bujang serta kami sampaikan terima kasih telah menyempatkan diri untuk menyampaikan tausiyah kepada jajaran Kantor Imigrasi Bengkulu,” ucapnya.

Hadir sebagai penceramah, Ustaz Haji Bujang, yang memberikan tausiyah dengan tema 'Mencari Ridho Allah dalam Pekerjaan", yaitu mengenai pentingnya menghadirkan nilai-nilai ketulusan dan ketaatan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Beliau menekankan bahwa setiap pekerjaan harus dilandasi dengan keikhlasan, disertai ridho orang tua, serta memastikan bahwa nafkah yang dikumpulkan berasal dari sumber yang halal. Ustaz Haji Bujang juga mengingatkan pegawai untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, mengingat setiap detik dalam kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban.
Suasana kegiatan terasa hangat dan penuh makna, terlebih ketika memasuki sesi tanya jawab. Pegawai diberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam materi yang disampaikan, dan Kepala Kantor Raden Imam Jati Prabowo turut mengajukan pertanyaan yang kemudian menjadi pemantik diskusi di antara peserta. Interaksi tersebut menambah kekayaan insight serta memberikan perspektif baru mengenai makna pengabdian, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam bekerja.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk masyarakat yang sedang mengalami musibah, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Doa dipanjatkan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta daerah yang terdampak dapat segera pulih dan kembali normal. Momen ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas pegawai terhadap sesama, sekaligus menguatkan nilai empati sebagai ASN.

Kegiatan siraman rohani ini merupakan bagian dari program pembinaan pegawai yang secara berkelanjutan dilakukan oleh Kantor Imigrasi Bengkulu. Melalui agenda tersebut, diharapkan seluruh pegawai dapat menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan ketenangan batin, serta terus meneguhkan integritas sebagai garda terdepan pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

