KABAR TERKINI ::.
Imigrasi Bengkulu Gelar Medical Check Up Pegawai, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

Bengkulu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menggelar kegiatan medical check up bagi seluruh pegawai di lingkungan kantor pada Jumat, 17 April, bertempat di aula kantor. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen instansi dalam menjaga kesehatan dan kebugaran sumber daya manusia sebagai unsur utama dalam pelaksanaan tugas keimigrasian.
Pelaksanaan medical check up ini bekerja sama dengan Kimia Farma Laboratorium dan Klinik. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan darah, pengecekan urin, serta pemeriksaan fisik oleh tenaga medis profesional. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan ini secara tertib dan antusias sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Made Nur Hepi Juniartha, turut hadir dan mengikuti langsung rangkaian pemeriksaan kesehatan bersama jajaran pegawai. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi utama dalam mendukung kinerja organisasi.
Lebih lanjut, kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi diarahkan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Dalam jangka panjang, program medical check up ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan pegawai, meminimalisir risiko penyakit, serta meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, dimulai dari penguatan internal melalui perhatian terhadap kesehatan seluruh pegawai.
Dukung 15 Program Aksi Kementerian, Imigrasi Bengkulu Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Pemohon

Bengkulu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu terus menghadirkan inovasi pelayanan publik dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pemohon paspor pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pelayanan dan diperuntukkan bagi masyarakat yang tengah mengurus dokumen keimigrasian.
Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan kerja imigrasi dan pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Bengkulu bekerja sama dengan Kimia Farma Laboratorium dan Klinik. Adapun jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta asam urat yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi pemohon paspor yang memanfaatkan layanan tersebut di sela-sela proses pengurusan dokumen. Kehadiran layanan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelayanan bagi masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Made Nur Hepi Juniartha, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan tanpa biaya. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami berharap, program ini dapat memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Made.

Salah satu pemohon paspor, Titin Sumarni, turut menyampaikan apresiasi atas layanan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
“Saya sangat berterima kasih dengan adanya layanan ini, karena sangat membantu. Biasanya saya jarang memeriksa kesehatan, tapi hari ini bisa sekaligus cek saat membuat paspor. Pelayanan dan fasilitas di Kantor Imigrasi Bengkulu juga sangat baik, sehingga saya merasa nyaman,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi reformasi birokrasi yang terus didorong oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, dengan menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi ini, diharapkan kehadiran layanan imigrasi tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Imigrasi Bengkulu Perkuat Deteksi Dini dan Perlindungan Korban TPPO–TPPM

Bengkulu – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Made Nur Hepi Juniartha dan jajaran, turut menghadiri kegiatan Diseminasi Optimalisasi Deteksi Dini dan Perlindungan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bengkulu, Rabu (15/4/2026), di The Madeline Hotel Bengkulu.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bengkulu, Victor Manurung, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa TPPO dan TPPM merupakan ancaman serius yang memerlukan respons cepat, tepat, dan terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor mengingat kerentanan wilayah Bengkulu yang memiliki garis pantai panjang serta akses keluar-masuk yang strategis.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah narasumber kompeten. Adapun sesi pemaparan dan diskusi ini dipandu langsung oleh Bona Roy Simanungkalit, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu sebagai moderator.
Dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Muhammad Reza Alkahfi selaku Kasubdit Produk Intelijen Keimigrasian menyampaikan materi terkait fungsi Desa Binaan Imigrasi dan peran Petugas Imigrasi Pembina Desa. Ia menjelaskan bahwa program desa imigrasi menjadi wadah strategis dalam membangun sinergi antara kantor imigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat dapat dilibatkan secara langsung dalam mendeteksi indikasi TPPO dan TPPM di lingkungan masing-masing, sementara Petugas Imigrasi Pembina Desa berperan sebagai duta imigrasi yang menjadi penghubung vital antara instansi dan masyarakat.
Selanjutnya, perwakilan Polda Bengkulu dari Ditreskrimum memaparkan peran negara dalam pencegahan dan penanganan TPPO. Dalam upaya pencegahan, pemerintah melalui kepolisian memperketat pengawasan serta gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sementara dalam aspek penindakan, dilakukan melalui operasi intelijen, operasi lintas wilayah, hingga pembentukan gugus tugas TPPO guna memperkuat penegakan hukum.

Pemaparan juga disampaikan oleh Plt. Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydiansyah, yang mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi namun tidak berasal dari perusahaan yang jelas. Ia turut menjelaskan berbagai bentuk TPPO dan TPPM yang kerap terjadi, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta masukan yang disampaikan, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu TPPO dan TPPM.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu turut berperan aktif dengan memberikan saran strategis. Ia menekankan bahwa faktor ekonomi dan rendahnya edukasi menjadi akar permasalahan utama terjadinya TPPO dan TPPM. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan edukasi sejak dini kepada masyarakat, bahkan sejak usia sekolah, guna membentuk pola pikir yang mampu mengenali dan menghindari indikasi kejahatan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, hingga perwakilan masyarakat. Diseminasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan pemahaman, serta menyamakan persepsi antarinstansi dalam upaya deteksi dini dan perlindungan korban.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan transnasional, khususnya TPPO dan TPPM.
Perkuat Kualitas Intelijen, Kantor Imigrasi Bengkulu Ikuti Monitoring dan Evaluasi dari Tim Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi

Bengkulu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menerima kunjungan Tim Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan harian intelijen serta penyusunan perkiraan keadaan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026) di aula kantor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat fungsi intelijen keimigrasian, khususnya dalam mendukung pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing serta menjaga stabilitas dan kedaulatan negara melalui penyajian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Darson S. Mohu. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran tim dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Darson berharap materi yang disampaikan dapat dipahami secara optimal oleh seluruh jajaran guna meningkatkan kualitas pelaporan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi Bengkulu.
“Melalui kegiatan ini, kami sangat mengharapkan arahan dan masukan dari tim agar laporan harian intelijen yang kami susun dapat semakin akurat, tajam, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyusunan laporan intelijen harian.
Sementara itu, Ketua Tim Produksi Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Pudjianto, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap laporan hasil intelijen di seluruh kantor wilayah maupun unit pelaksana teknis di bawahnya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, laporan harian intelijen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu masih berada dalam kategori aman. Namun demikian, terdapat beberapa substansi yang perlu diperbaiki guna meningkatkan kualitas analisis dan ketepatan informasi yang disajikan.
“Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap laporan intelijen tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki nilai analisis yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan terhadap sistem dan mekanisme pelaporan intelijen, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan kualitas analisis berbasis data yang akurat dan aktual.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas intelijen keimigrasian yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sebagai bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi serta optimalisasi pelayanan dan pengawasan keimigrasian kepada masyarakat.
Imigrasi Bengkulu Gelar Siraman Rohani, Perkuat Nilai Integritas dalam Bekerja

Bengkulu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu menggelar kegiatan siraman rohani pada Senin, 13 April 2026 pukul 15.00 WIB dan bertempat di Mushola Al Muttaqin Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual guna memperkuat integritas serta etos kerja dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kantor Imigrasi menghadirkan Ustad Samsul Rizal sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam bekerja semata-mata karena Allah SWT, serta menjaga keberkahan harta dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap rezeki yang diperoleh terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan, sehingga pegawai diimbau untuk senantiasa bersedekah dan berinfaq di jalan Allah.

Kegiatan siraman rohani ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter pegawai agar tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Kegiatan siraman rohani berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah. Diharapkan, nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam keseharian, sehingga mampu meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan publik yang prima.



