
BENGKULU – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif melalui program inovatif “Tapak Paderi” (Tanpa ke Kantor Imigrasi Petugas Datang Menghampiri). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 04 Mei 2026, bertempat di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu.
Program jemput bola ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan pembuatan paspor secara kolektif tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi. Kehadiran layanan ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi pegawai dan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun mobilitas.
Dalam pelaksanaannya, layanan “Tapak Paderi” di OJK Provinsi Bengkulu berhasil melayani sebanyak 22 permohonan paspor, yang terdiri dari 11 permohonan paspor penggantian karena habis masa berlaku dan 11 permohonan paspor baru. Seluruh proses berjalan dengan tertib sesuai standar operasional prosedur keimigrasian.

Salah satu peserta layanan menyampaikan apresiasinya terhadap kemudahan yang diberikan. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan langsung di tempat kerja. “Program ini sangat memudahkan kami, karena tidak perlu lagi mengambil waktu khusus untuk datang ke kantor imigrasi. Prosesnya juga cepat dan jelas,” ujarnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu dalam menghadirkan layanan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi “Tapak Paderi”, akses terhadap layanan keimigrasian terus diperluas agar semakin mudah dijangkau, sejalan dengan semangat imigrasi untuk rakyat yang terus didorong oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu akan terus memperluas jangkauan layanan “Tapak Paderi” ke berbagai instansi dan komunitas, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian.

