
Bengkulu, 5 November 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembahasan Komunikasi Publik bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Mewujudkan Humas Pemerintah yang Adaptif dan Responsif” yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom oleh Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik (Pusdatin KP) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pada Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tim pengampu komunikasi publik dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawahnya, termasuk tim Humas Kantor Imigrasi Bengkulu. Acara dibuka oleh Kepala Pusdatin KP, M. Akbar Hadi Prabowo, yang menegaskan pentingnya kesiapan aparatur pemerintah dalam menghadapi era digital, di mana komunikasi publik harus dijalankan secara lebih cepat, adaptif, dan berorientasi pada kepercayaan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Taufik Susanto selaku narasumber utama memberikan pandangan mendalam mengenai peran strategis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung kinerja humas pemerintah. Ia menjelaskan bahwa AI kini dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis sentimen publik, penyusunan naskah berita, manajemen media sosial, hingga pengukuran efektivitas kampanye komunikasi.
Lebih lanjut, Taufik juga menyoroti aspek etika, bias, dan tanggung jawab hukum dalam penggunaan teknologi AI, yang perlu diperhatikan agar pemanfaatannya tetap selaras dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Melalui berbagai contoh dan studi kasus, peserta diajak memahami bagaimana teknologi ini telah digunakan secara nyata dalam membangun strategi komunikasi publik di berbagai instansi pemerintah.
“AI tidak menggantikan peran manusia, tetapi justru memperkuat kemampuan Humas dalam mengelola informasi dengan lebih cermat dan efisien. Yang terpenting adalah bagaimana aparatur dapat menggunakan teknologi ini secara bijak untuk memperkuat pesan dan membangun kepercayaan publik,” ujar Taufik dalam penyampaiannya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang interaktif bagi peserta dari berbagai unit kerja untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai tantangan komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dari Kantor Imigrasi Bengkulu, kegiatan diikuti oleh Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Alfitrul Yunis, yang menilai bahwa topik yang dibahas sangat relevan dengan tantangan kehumasan saat ini.
“Pemanfaatan teknologi berbasis AI dapat membantu Humas mengelola data dan menyebarluaskan informasi secara lebih cepat dan tepat sasaran. Kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ini menjadi hal yang sangat penting agar komunikasi publik tetap efektif dan kredibel,” ungkap Alfitrul.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Raden Imam Jati Prabowo, menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi kehumasan di lingkungan kerja.
“Kami mendorong agar setiap anggota tim humas terus meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Pemahaman terhadap AI akan menjadi bekal penting dalam membangun citra positif instansi serta memperkuat pelayanan informasi yang transparan dan berorientasi pada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berkomitmen untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik di seluruh jajarannya. Pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat mendukung transformasi digital di bidang kehumasan, sehingga komunikasi pemerintah dapat dijalankan dengan lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

