Arus perlintasan manusia untuk masuk dan keluar Wilayah Indonesia pada saat ini semakin meningkat, apalagi dengan kebijaksanaan politik Indonesia yang mengeluarkan peraturan yang semakin memudahkan orang asing masuk Wilayah Indonesia. Dengan semakin mudahnya orang asing masuk Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi selaku leading sector di bidang pengawasan orang asing harus semakin ketat dan senantiasa berinovasi dalam hal pengawasan terhadap lalu lintas, keberadaan dan kegiatan orang asing.

Salah satu inovasi yang telah dibentuk adalah Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sebagai sarana bagi pemilik/pengurus tempat penginapan dan masyarakat umum untuk memberikan/melaporkan data orang asing yang menginap di tempat penginapan/rumahnya. Hal ini terkait dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, di Pasal 72 ayat (2) yaitu bahwa “Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas”. Jadi sebelumnya akan ada pemberitahuan dari Kantor Imigrasi setempat ke tempat penginapan/rumah tempat penginapan tentang kewajiban melaporkan orang asing yang menginap, yang bisa dilaksanakan melalui APOA secara online di laman www.imigrasi.go.id, paling lambat 1 X 24 jam sejak orang asing tersebut menginap.

Dalam ranga menyebarkan informasi tentang APOA ini, maka Kantor Imigrasi Bengkulu pada tanggal 14 Maret 2017 telah mengadakan Sosialisasi tentang Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), bertempat di Aula Kantor Imigrasi Bengkulu. Sebagai peserta sosialisasi adalah pemilik/pengurus hotel dan tempat penginapan di daerah Bengkulu, juga berapa peserta dari instansi terkait dan awak media. Hadir sebagai narasumber adalah PLT. Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, bapak HIMRON, SH., MH. dan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, bapak Agus Ruhadi, SH., MH. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan orang asing saat ini, kerja sama dan partisipasi aktif dari pemilik/pengurus hotel/tempat penginapan, juga dipaparkan tata cara pelaporan orang asing yang menginap melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Para peserta aktif menanyakan hal-hal yang dianggap perlu, semua peserta juga aktif berdiskusi terkait APOA tersebut. Diharapkan dengan sosialisasi ini ada partisipasi aktif dan kerja sama yang sinergis dari pemilik/pengurus hotel/tempat penginapan dan juga institusi terkait dalam hal pengawasan orang asing, sehingga dengan keberadaan orang asing di daerah Bengkulu dapat terpantau dengan baik dan efektif.