Dalam rangka meningkatkan fungsi pengawasan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu telah dilaksanakan kegiatan berupa Rapat dan Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Muko-Muko. Kegiatan Rapat TIMPORA diadakan di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Kabupaten Muko-Muko pada tanggal 16 Mei 2017 pukul 08.00 WIB, Rapat dipimpin oleh bapak Novizar Eka Putra selaku Assisten II Kabupaten Muko-Muko didampingi oleh Bapak Agus Ruhadi selaku Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu dan Bapak Priyurni Selaku Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Muko-muko, rapat dihadiri oleh instansi terkait dari Pemeritah Daerah Kabupaten Muko-Muko antara lain perwakilan dari : Kejari Muko-Muko, Kodim 0423 Bengkulu Utara, Polres Muko-Muko, Dinkes , Disdukcapil , Disnakertrans, Kantor Kemenag Muko-Muko.

Tujuan diadakan Rapat Timpora tersebut adalah untuk melakukan koordinasi dan pertukaran informasi dalam upaya pengawasan orang asing di Wilayah Muko-Muko sehingga terjalin kerjasama yang erat di antara  instansi  anggota dari TIMPORA Kabupaten Muko-Muko.  “Pemerintah Daerah Kabupaten Muko-Muko sangat mengapresiasi kegiatan Timpora ini, Pemerintah Daerah kabupaten Muko-Muko siap mendukung upaya pengawasan orang asing di wilayahnya, dengan adanya wadah Timpora ini dapat terjadi sinergi dalam hal tukar-menukar informasi” Ujar Novizar Eka Putra dalam sambutan pembukaan rapat.

Kegiatan dilanjutkan dengan operasi gabungan Timpora Kabupaten Muko-Muko dengan titik tempat yang telah ditetapkan oleh peserta rapat antara lain adalah Hotel-Hotel di Wilayah Kabupaten Muko-Muko dan Perusahaan yang Menggunakan Tenaga Kerja Asing (TKA). Dari 3 Hotel yang telah didatangi Petugas gabungan Timpora tidak ditemukan keberadaan orang asing, tim sekaligus mensosialisasikan Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA) kepada Managemen hotel tersebut, kemudian Tim Gabungan menuju ke PT. Agro Muko, disana ditemukan 3 Orang Tenaga Kerja Asing (TKA) setelah dilakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen Izin Tinggal dan Ijin lainnya petugas tidak menemukan pelanggaran terhadap ke 3 WNA tersebut.