Dalam rangka meningkatkan pengawasan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu yang meliputi seluruh wilayah Propinsi Bengkulu, telah dibentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di tiap kabupaten/kota di mana sekretariatnya ditempatkan di Kantor Kesbangpol tiap kabupaten/kota. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu Rapat Tim PORA yang dilanjutkan dengan operasi gabungan di wilayah Kabupaten Lebong pada hari Kamis tanggal 17 November 2016 yang diikuti oleh instansi terkait dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong, Kesbangpol Kabupaten Lebong, Kejaksaan Negeri Lebong, KODIM 0409 Rejang Lebong, Polres Lebong, Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lebong, Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Lebong, Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, dan Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu.

Bpk. Rafli, SH selaku Kepala Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu membuka kegiatan rapat tersebut  menyampaikan bahwa kegiatan rapat danimg_7151 operasi gabungan Timpora Kabupaten Lebong merupakan tindak lanjut setelah terbentuknya Tim Pengawasan Orang Asing beserta Sekretariat yang dikukuhkan  pada tanggal 02 Juni 2016 di Kota Bengkulu. Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu dengan wilayah kerja mencakup 1 (satu) Kotamadya dan 9 (sembilan) Kabupaten, harus lebih menguatkan kerjasama dengan instansi-instansi yang terkait dengan pembentukan Timpora sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Keimigrasian. Tugas dari anggota timpora adalah memberikan saran dan pertimbangan kepada Instansi terkait mengenai hal yang berkaitan dengan pengawasan orang asing sesuai dengan pasal 200 ayat 1, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan’’.

Selanjutnya Bpk. Drs. Amirullah, M.M. selaku Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan rapat dan operasi gabungan Timpora Kabupaten Lebong merupakan penguatan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing yang berada di Propinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Lebong. Penguatan pengawasan harus ditingkatkan terlebih setelah diberlakukannya Bebas Visa Kunjungan bagi 169 (seratus enam puluh sembilan) negara yang dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif  bagi Negara Indonesia. Koordinasi dan tukar menukar informasi antar instansi yang tergabung dalam keanggotaan Timpora Kabupaten Lebong harus semakin lebih dikuatkan.

Asisten I Setda Pemkab Lebong, bpk H. Kadirman, M.Si. memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu beserta jajarannya atas terlaksananya kegiatan rapat dan operasi gabungan Timpora Kabupaten Lebong. Bahwa kebaradaan Tim Pora Kabupaten Lebong sangatlah penting untuk mengawasi keberadaan dan kegiatan

img_7191Kepala Kepala Kesbangpol Kabupaten Lebong selaku Wakil Ketua Timpora Kabupaten Lebong, bpk Heryantoni, SE. juga memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu beserta jajarannya atas terlaksananya kegiatan rapat dan operasi gabungan Timpora Kabupaten Lebong  di Aula Rapat Bupati Lebong. Bpk Heryantoni, SE menyampaikan bahwa di Kabupaten Lebong terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing berkewarganegaraan China. Beliau tidak mengetahui secara pasti jumlah tenaga kerja asing tersebut dikarenakan kurang koordinasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada Kantor Kesbangpol Kabupaten Lebong. Beliau juga mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas serta peran lembaga/ instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan orang asing sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan operasi gabungan, tim menuju Hotel Asri di Kabupaten Lebong.  Disana tim mendapati 11 warga negara asing berkewarganegaraan China yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari PT. Energy Sakti Sentosa (ESS) dan PT. Bangun Tirta Lestari (BTL). Setelah dilakukan pengecekan dokumen ternyata 11 warga negara China tersebut sedang menunggu proses penerbitan kitas baru di Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu.

Ada beberapa kesimpulan dari kegiatan tersebut, yaitu bahwa hendaknya kegiatan Operasi Pengawasan Keimigrsian terhadap orang asing secara serentak seperti ini dapat dilakukan secara kontinyu sebagai upaya penegakan hukum dan pembinaan hukum keimigrasian terhadap warga negara asing yang melakukan aktifitas di Indonesia, kegiatan Operasi Pengawasan Keimigrsian terhadap orang asing secara serentak juga dapat menumbuhkan semangat dan etos kerja yang tinggi untuk selalu waspada dalam melakukan pengawasan secara terpadu dengan sinergitas bersama instansi lain yang juga memiliki keterkaitan terhadap permasalahan orang asing di Indonesia, mengingat masih minimnya sumber daya pengawasan orang asing yang dimiliki oleh Imigrasi Indonesia, maka Imigrasi sebagai leading sector permasalahan orang asing di Indonesia harus mampu mengambil inisiatif dan berperan aktif khususnya dalam hal pengawasan orang asing yang beraktifitas di Indonesia secara menyeluruh dimulai dari saat kedatangannya sampai dengan waktu meninggalkan Indonesia, Inovasi-inovasi terhadap kegiatan pengawasan orang asing khususnya dalam pemanfaatan teknologi juga perlu ditimbulkan dan diciptakan serta dapat disebarkan kemajuannya secara merata ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian yang ada agar dapat meningkatkan kemampuan di dalam bidang pengawasan orang asing.