Pada hari Selasa tanggal 09 April 2019 pukul 09.00 s.d 18.00 WIB bertempat di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, telah dilaksanakan investigasi pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang yang diduga malaksanakan penelitian dengan cara mengambil sampel derangga kupu-kupu untuk diawetkan dan sebagai koleksi. Tim dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu didampingi Satgas IX Palapa dai BAIS TNI dan BIN Kabupaten Rejang Lebong telah melakukan investigasi tehadap 3 Orang WNA asal negara Jepang. Tim mendatangi lokasi tempat beristirahatnya 3 Orang WNA tersebut dan langsung melaksanakan pemerikasaan yang ikut disaksikan oleh Sekdes Barumanis Bapak Bastari. Pemeriksaan dilaksanakan setelahmendapat informasi bahwa ke 3 WNA Jepang tersebut melaksanakan pengambilan serangga kupu-kupu dan kumbang di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah dilaksanakan Pemeriksaan pada kesempatan pertama oleh Tim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, didapat bahwa ke 3 WNA asal Jepang tersebut tidak melengkapi surat izin untuk menangkap serangga dan kumbang, juga ke 3 WNA tersebut menggunakan bebas Visa Kunjungan Singkat dan Visa On Arrival. Tim dari Kantor Imigrasi Bengkulu juga melaksanakan pemeriksaan terhadap barang bawaan 3 WNA asal Jepang tersebut dan mendapatkan alat-alat untuk mengkap serangga kupu-kupu dan kumbang. Barang-barang yang didapat berupa : tabung plastik, alat penjepit, gunting, benang, cairan amonia yang berguna untuk mematikan dan mengawetkan serangga tersebut.

Dari Pengakuan WNA asal Jepang tersebut, mereka merupakan komunitas pecinta/pengoleksi serangga kupu-kupu dan kumbang di negara jepang dan mereka telah berkeliling Asia Tenggara untuk mengoleksi serangga kupu-kupu dan kumbang. Berdasarkan hal tersebut, Tim dari Kantor Imigrasi Bengkulu membawa paspor 3 WNA asal Jepang untuk selanjutnya meminta kehadiran mereka di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian pada tanggal 10 April 2019 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 WNA tersebut di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu maka didapat hasil pemeriksaan terhadap 3 WNA asal Jepang tersebut sebagai berikut :

  1. Bahwa kegiatan 3 WNA asal Jepang tersebut benar melakukan pengkapan dan penelitian seangga di daerah Kabupaten Rejang Lebong tanpa dilengkapi surat izin dari instansi terkait.
  2. Tiga Orang WNA asal Jepang tersebut datang ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat dan Visa On Arrival.
  3. Ke 3 WNA tersebut melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu “Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya”.
  4. Ke 3 WNA asal Jepang tersebut dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa Pendeportasian disertai dengan Penangkalan sesuai dngan Pasal 75 Ayat 2 Huruf f Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.