Sebagai unit pelayanan masyarakat, Kantor Imigrasi harus senantiasa terbuka dan berkesinambungan memberi informasi-informasi keimigrasian ke masyarakat, baik pelayanan Paspor RI, pelayanan pemberian/perpanjangan izin tinggal orang asing, pengawasan orang asing dan informasi lainnya.

Kantor Imigrasi Bengkulu, melalui Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Seksi Insarkom) sesuai dengan tugas dan fungsinya telahimg_3866 melakukan beberapa kegiatan yang diharapkan dapat memberi informasi keimigrasian yang akurat secara efisien ke masyarakat. Misalnya penyebaran informasi melalui website yang dikelola langsung oleh Seksi Insarkom, brosur-brosur, spanduk, banner, juga kegiatan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka menyebarkan informasi keimigrasian. Telah dibentuk Tim Publikasi dan Penyebaran Informasi Keimigrasian Kepada Masyarakat dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu Nomor : W.8.IMI.1-037.GR.02.01 Tahun 2016 tanggal 16 Mei 2016, tim ini rutin melakukan kegiatan luar berupa penyebaran informasi keimigrasian ke masyarakat berupa koordinasi ke instansi yang terkait seperti Kantor Kelurahan, Kantor Kecamatan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, di mana diharapkan bahwa melalui instansi tersebut dapat diteruskan ke masyarakat sekitarnya untuk menyampaikan informasi-informasi keimigrasian. Juga disebarkan brosur-brosur keimigrasian, yaitu menempelkan brosur-brosur tersebut di papan/media informasi di instansi yang terkait tersebut. img_3913Demikian juga penyebaran informasi ke hotel atau tempat penginapan di mana terdapat warga negara asing menginap, yaitu kewajiban pemilik hotel/tempat penginapan melaporkan WNA yang menginap melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Diharapkan kegiatan penyebaran informasi ini dapat terus dilaksanakan, mengingat wilayah kerja Kantor Imigrasi Bengkulu yang sangat luas yaitu meliputi seluruh Propinsi Bengkulu, sehingga masyarakat sampai di pelosok pun tahu mengenai informasi keimigrasian, seperti pelayanan Paspor RI, pelayanan untuk WNA, pengawasan orang asing dan lain-lain. Kegiatan ini juga untuk meminimalisir pelanggaran-pelanggaran keimigrasian yang disebabkan karena ketidaktahuan informasi keimigrasian.