img20160128083325

Pelayanan masyarakat di Kantor Imigrasi Bengkulu

Dalam rangka penyederhanaan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, Direktorat Jenderal Imigrasi senantiasa melakukan inovasi, salah satunya adalah penyederhanaan pelayanan WNA dalam hal penerbitan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), yaitu ITAS Online dan ITAS Elektronik.

Setelah berhasil dilaksanakan uji coba penerbitas ITAS secara online di beberapa kantor imigrasi, maka selanjutnya pelaksanaan pemberian ITAS secara online telah dilaksanakan di seluruh KAntor Imigrasi mulai tanggal 02 Mei 2016.

Adapun tata cara pemberian ITAS secara online sebagai berikut :

  1. Orang asing yang telah mendapatkan cap tanda masuk VITAS wajib melaporkan kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meiputitempat orang asing bermaksud tinggal dalam waktu paling lama 30 hari sejak tiba di Indonesia.
  2. Pelaporan untuk mendapatkan ITAS secara online tersebut dilakukan dengan mengakses aplikasi Izin Tinggal Online pada laman www.imigrasi.go.id dengan memasukkan nomor penguasaan VITAS dan nomor paspor kebangsaan.
  3. Kantor Imigrasi yang telah menerima pelaporan orang asing secara otomatis melalui kesisteman akan memberikan surat elektronik kepada orang asing, yang berbunyi bahwa pelaporan ITAS orang asing tersebut sudah diterima dan dipersilahkan mencetak surat elektronik tersebut dan datang ke Kantor Imigrasi tidak lebih dari 30 hari dari tanggal kedatangan untuk melakukan wawancara, verifikasi data, pengambilan foto biometrik dan sidik jari.
  4. Orang asing menyerahkan surat elektronik yang telah dicetaknya kepada petugas loket di Kantor Imigrasi untuk dijadikan dasar pemberian antrian layanan.
  5. Proses pemberian ITAS secara online di Kantor Imigrasi dimulai dengan pemeriksaan keabsahan paspor dan pemegangnya, input atau verifikasi data, pembayaran PNBP, wawancara singkat, pengambilan foto dan sidik jari, peneraan cap, pemindaian halaman, dan penyerahan paspor yang telah selesai proses.
  6. Orang asing mencetak sendiri ITAS Elektronik yang diterima sebagai lampiran dari surat elektronik yang memberitahukan bahwa ITASnya telah disetujui.

Direktorat Jenderal Imigrasi telah membuat kebijaksanaan baru yaitu mengganti ITAS dari bentuk kartu menjadi surat elektronik, yang dilaksanakan pada seluruh layanan ITAS yaitu ITAS berdasarkan VITAS, Kelahiran, Perpanjangan ITAS, dan Alih Status Izin Tinggal Kunjungan(ITK) menjadi ITAS.

Itas Elektronik yang berbentuk surat elektronik tersebut memuat data pemegang ITAS, Izin MAsuk Kembali (IMK) termasuk Quick Response Code (QR Code) dapat dijadikan bukti kepemilikan ITAS Elektronik dan IMK, oleh karena itu diizinkan melakukan perlintasan keluar dan masuk wilayah Indonesia serta tidak perlu memperlihatkan Kartu ITAS. Surat ITAS Elektronik tersebut harus senantiasa dilampirkan di paspor setiap saat.