Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu memberikan keterangan kepada media tentang kegiatan pendeportasian seorang WN China

Salah satu fungsi keimigrasian adalah penegakan hukum, dan Kantor Imigrasi Bengkulu melalui Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian senantiasa berupaya melakukan penindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran peraturan keimigrasian baik yang dilakukan oleh WNI maupun WNA. Satu kegiatan penegakan hukum adalah kegiatan pelaksanaan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap seorang WN China bernama Tang Xuingi, yang berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan administrasi, WN China tersebut tidak dapat memperlihatkan atau menyerahkan dokumen perjalanannya atau paspor kebangsaannya dan izin tinggal yang dimilikinya pada saat pengawasan keimigrasian. Tindakan administratif keimigrasian tersebut sesuai dengan pasl 75 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, di mana disebutkan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang tidak menghormati atau mentaati peraturan perundang-undangan.Kepada warga negara China tersebut juga dikenakan pencekalan untuk tidak dapat masuk ke wilayah Indonesia selama 6 bulan.

Kegiatan pendeportasian WN China tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 November 2017, diberangkatkan dari Bengkulu ke Jakarta dengan pesawat Garuda GA 299, kemudian dari Jakarta ke Shenzen (Tiongkok) menggunakan pesawat China Eastern Airlines, dengan dikawal seorang petugas Imigrasi dari Kantor Imigrasi Bengkulu.