Salah satu tugas Kantor Imigrasi adalah mengawasi lalu lintas, keberadaan dan kegiatan orang asing di Indonesia. Kantor Imigrasi Bengkulu dengan wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Propinsi Bengkulu senantiasa menggiatkan operasi pengawasan orang asing tersebut. Dan pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2017 tim pengawasan orang asing Kantor Imigrasi Bengkulu telah melaksanakan kegiatan pengawasan keberadaan dan kegiatan Orang Asing di areal pertambangan PT. MINGAN MINING yang berlokasi di Desa Pondok Bakil, Kec. Ulok Kupai , Kab. Bengkulu Utara.

Press release tentang penangkapan WNA yang diduga melakukan pelanggaran Keimigrasian.

Dari hasil kegiatan pengawasan tersebut didapati 2 Orang Warga Negara China yang tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan/Paspor (diduga melanggar pasal 71 huruf b UU no. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian) atas nama LIN YOULE dan WENG RENHUA, 1 Orang Warga Negara China atas nama ZHENG GUOQIANG pemegang paspor nomor E39416740 dan Kitas nomor : 2C21JD2599 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan IMTA YBS tidak menunjuk  wilayah kerja di Kab. Bengkulu Utara (diduga melanggar pasal 71 huruf a UU no. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian). 1 Orang Warga Negara China atas nama LIN WEIBIN pemegang paspor nomor E62617301. YBS masuk ke Indonesia dengan menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) akan tetapi keberadaannya di areal mess PT. MINGAN MINING. (diduga melanggar pasal 122 huruf a UU no. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian).

Pada saat ini pemeriksaan secara intensif masih terus dilakukan oleh Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, dan keempat WNA yang diduga melanggar peraturan Keimigrasian tersebut ditempatkan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Bengkulu, menunggu keputusan hasil pemeriksaan.