Pada hari Kamis tanggal 26 Januari 2017, WN Sierra Leone bernama Johnson Francis akhirnya dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Jakarta setelah hampir satu bulan tertahan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Bengkulu, karena tidak dapat dideportasi karena Paspor yang bersangkutan telah habis masa berlakuknya dan sulitnya mengurus adminisistrasi WNA tersebut karena tidak ada perwakilan Sierra Leone di Indonesia. Pemindahan deteni tersebut dikarenakan aturan bahwa penempatan deteni di Ruang Detensi tidak boleh melebihi 30 hari, juga diharapkan lebih mempermudah penyelesaian administrasi dokumen Paspor WN Sierra Leone tersebut. Pemindahan deteni tersebut dikawal oleh dua Petugas Imigrasi dari Bengkulu sampai diserahkan ke Petugas Imigrasi di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta.

Pada saat bersamaan, ada 4 WN Tiongkok penghuni Ruang Detensi Kantor Imigrasi Bengkulu dikeluarkan untuk dideportasi keluar wilayah Indonesia karena dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian, keempatnya yaitu Lin Youle, Weng Renhua,  Zheng Guoqiang dan Lin Weibin karena melakukan pelanggaran peraturan Keimigrasian. Keempat WN Tiongkok tersebut dikawal oleh 4 Petugas Imigrasi mulai dari Bengkulu sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan diberangkatkan meninggalkan Wilayah Indonesia pada hari itu juga dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 876.