Bengkulu(19/02/2019), selasa pagi pada pukul 08.00 WIB, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kememkumham Bengkulu, Esti Winahyu Nurhandayani, bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Samsu Rizal dan Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian, Rizky Nur Adiyat menjadi Narasumber dalam kegiatan Penyebaran Informasi Keimigrasian dengan sub tema Pengawasan Orang Asing di Wilayah Bengkulu dan berkesempatan mengisi program acara Dialog Interaktif dengan durasi waktu 1 (satu) jam sekaligus Live Radio on Air – RRI Pro 1 FM, dalam dialog siarannya disampaikan oleh Kepala Divisi Keimigrasian bahwa keberadaan Orang Asing di Bengkulu saat ini mulai ramai pendatang dari pelbagai Negara dan yang tercatat dalam data statistik keimigrasian berjumlah sebanyak 14 Negara diantara yang mendominasi adalah China diikuti Malaysia dan Amerika Serikat,Orang Asing ini kebanyakan dari mereka tinggal dan bekerja pada perusahaan swasta asing ataupun BUMN seperti TLB(tenaga listrik bengkulu) dan sebagian lagi dalam kegiatan wisata dan kunjungan sosial budaya,ditambahkan lagi dalam penjelasan Narasumber Esti Winahyu Handayani bahwa setiap Orang Asing (OA)memiliki hak untuk melakukan kegiatan serta keberadaannya di Wilayah Bengkulu sepanjang Ijin Tinggal yang dimiliki OA tersebut telah sesuai dengan peruntukkannya,Narasumber 2 – Samsu Rizal menegaskan bahwa guna mengakselerasikan iklim investasi dan giat OA yang datang ke Wilayah Bengkulu agar kondusif,Kantor Imigrasi Bengkulu berjanji dan berkomitmen untuk senantiasa mengawal dan melakukan giat Pengawasan OA dengan membentuk suatu wadah TIMPORA (tim pengawasan orang asing) sebagai wujud kepedulian dan koordinasi antar Instansi terkait yang mengurusi masalah masalah OA dengan memetakan dan memperluas pembentukan TIMPORA sampai tingkat kecamatan sebagai bentuk dari kepanjangan tangan Tugas dan Fungsi Imigrasi yang dikoordinasikan bersama dengan Stakeholder Instansi Pemerintah di Daerah Bengkulu, hal ini diperlukan sebagai upaya Kantor Imigrasi Bengkulu dapat menjangkau keberadaan OA dengan memberikan data valid serta memonitor kegiatan atau tindakan ada tidaknya indikasi pelanggaran administratif keimigrasian terhadap OA,besaran dan jumlah pelanggaran Administratif Keimigrasian terhadap OA di Wilayah Bengkulu pada Th 2018 sd Th 2019 sebanyak 9 Orang dan tindakan yang diberikan berupa pendeportasian ke negara asalnya, mengenai kesiapan Sumber Daya Manusia yang berkompeten dan yang dimiliki oleh Kantor Imigrasi Bengkulu dalam menjawab tantangan jaman dengan semakin banyaknya lalulintas OA yg datang ke Bengkulu disikapi dengan menempatkan petugas petugas yang memiliki kecakapan bahasa yang memadai diantaranya sebagian petugas rata rata menguasai penguasaan bahasa inggris,bahasa mandarin dan bahasa jepang, disamping itu tentang kesulitan dalam komunikasi ketika pengurusan perijinan OA yg bekerja di Perusahaan ditanggapi oleh Samsu Rizal “bahwa biasanya perusahaan memiliki translator dalam mendampingi OA yang mengurus Ijin Keimigrasiannya kalaupun tidak ada translatornya kami pun tetap siap melayani nya dengan SDM yang dimiliki untuk diberdayakan tentunya” ucap beliau “ – hal senada disampaikan oleh Narasumber 3 – Rizky Nur Adiyat menambahkan dalam penjelasannya disampaikan bahwa peran Pemerintah Daerah untuk mempromosikan Provinsi Bengkulu dalam pemanfaatan dan promosi kawasan destinasi wisata bagi OA/Wisatawan Mancanegara yang berkunjung ke Bengkulu mengingat potensi wisata Provinsi Bengkulu sangat berpotensi dijadikan Icon atau Spot Wisata dengan keanekaragaman laut/pantai yg eksotis dan banyak pantai pantai bahkan pulau dijadikan tempat untuk bermain surfing bagi para wisatawan lokal maupun asing,pemanfaatan pulau enggano bisa dijadikan variabel peningkatan jumlah turis asing yang ingin berlibur namun seiring dari ketersedian sarana dan prasarana yang masih kurang memadai,hal ini perlu pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan pihak swasta ataupun investor asing dalam mengelola kawasan pariwisata. Wujud peran dan Fungsi Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan Ekonomi dalam mendorong giat Investasi sangat melekat dengan peran dan fungsi pemerintah daerah dalam membangun wilayahnya menjadi destinasi wisata dan sektor perekonomian dalam hal investasi asing yang masuk di Wilayah Bengkulu lebih bergeliat tidak hanya dalam pengembangan eksplorasi Sumber Daya Mineral saja tetapi mengembangkan sektor sektor pariwisata yang dimiliki masih sangat banyak untuk diberdayakan.(EDM/THM)